Kamis, 20 Juni 2013

OH ADELIA GADIS CILIK LINCAH NIAN...

HAH apa ini apa apa?? setelah sekian lama kita berpisah akhirnya kita kembali dipersatukan blog ku tercinta *kecup basah layar laptop* bukannya gue sengaja ngelupain elo tapi apa daya ingatan gue yang mulai jompo ini memaksa kita terpisah jarak dan waktu, well intinya gue lupa apa password ini akun, hikhikhik. Kalo gue baca lagi isi blog ini gue ngerasa udah tua renta banget, kemana perginya Adelia gadis cilik lincah nian itu, sekarang gue udah berubah menjadi tante-tante separuh baya bergincu merah. Dulu gue masih Ade yang belum tau kerasnya hidup gue belom tau kalo sebongkah kitab keramat bernama "SKRIPSI" itu bisa ngerenggut kebahagiaan dan mempercepat penuaan, gue belom ngerti arti GALAU yang sesungguhnya, dulu gue hanyalah gadis belia yang selalu jatuh cinta dan dapat bahagia hanya karena sebongkah bakso (util-util jari di pojokan dinding kamar). Well bagaimanapun itu hidup tetep harus dinikmati dan dihadapi, gue gak bisa selamanya sembunyi dibalik ketek emak gue atau gelayutan dibalik dompet bapakek, gue wanita tegar.. tegar...tegar..tegar...

Okay banyak banget yang udah terjadi selama setahun belakangan ini, dimulai dari gue yang udah berani jalan-jalan ke luar negeri dengan sok keren menyebut diri gue backpacker sejati padahal pas nyampe sono pengemispun lebih KAYA RAYA dibanding gue (ok gue akan cerita pengalaman bergembel ria ini di postingan selanjutnya) terus gue yang pernah pacaran dengan atlet berperawakan kekar asal negeri gajah yang nyasar ke Indonesia lalu entah kerasukan jin apa kemudian pacaran dengan gue, and the most important thing is gue udah bisa nyari duit sendiri dengan menjadi seorang biduanita dari satu panggung ke panggung, hak hak hak cuuuus. Gue akan menceritakan semua pengalaman ini satu persatu, nyiahahahhaha.

baiklah mari kita mulai cerita ini
jeng...jeng..jeng..........








Rabu, 12 Oktober 2011

money..money..come to momma....

HORASSSS!! apa kabar blog tercinta?? ahh lama banget rasanya jari jemari gue gak menjamah blog ini. Gue udah kangen banget menulis kisah-kisah tak senonoh disini. Sebenernya gue pengen ngelanjutin imajinasi liar gue nulis kisah cinta yang tak berujung dibawah, tapi karena suasana hati sedang dalam keadaan suram maka gue putuskan akan melanjutkan kisah itu nanti diwaktu yang tepat.

Well, hari ini gue akan berkisah tentang kehidupan gue yang semakin galau dan liar.
HAHAHAH...rasanya pengen ketawa sambil buka beha kalo meratapi hidup gue yang semakin gila ini. Entah darimana ide binal ini muncul diotak gue! tiba-tiba aja tanpa sebab musabab dan pikir panjang, gue memutuskan untuk ikut casting salah satu reallity show distasiun TV terkemuka. Dengan tingkat PD segede taik hidung orang utan, datanglah gue dan temen-temen yang sama nistanya kayak gue ketempat keramat itu. Sebelumnya gue udah nyuci otak temen-temen gue dengan iming-iming, ayooo lakukan ini demi uang uang uang uang..
Because money is number one, maka dengan semangat yang kuat dan gigih maka termakanlah mereka dengan iming-iming yang gue tawarkan.



okay..well..awalnya gue ngebayangin kalo mereka bakal nyuruh gue make mahkota ular dan berakting untuk jadi nyi blorong atau parahnya gue disuruh akting untuk jadi leak. Tapi ternyata dugaan gue salah, kita berlima disuruh akting berlara hati karena bokap meninggal!!
hahahaha mampus...selama ini yang kita bisa cuma akting jadi banci atau jadi tante-tante germo, dan sekarang kita harus akting sedih nan menyayat-nyayat hati.
Okay..gue inget..ayo de lakukan ini demi uang..uang..uang..dan uang..

Akhirnya kita mulai berakting, hahahahah gue mulai mengeluarkan suara tangisan yang lebih mirip anak kucing diperkosa dengan ekspresi banci kehilangan kevirginan didepan mereka. Temen-temen gue pun melakukan hal yang sama kayak gue, sepintas gue berpikiran kalo adegan ini lebih mirip tangisan para pedagang yang habis digusur POLPP, dibanding adegan kematian. Cukup lama adegan meringis itu berlangsung, rasanya gue pengen nangis sambil benturin kepala kedinding dan ngejambak rambut temen sebelah gue untuk mendalami peran. Tapi untungnya sebelum gue melaksanakan niat itu, sang penguji memberikan tanda bahwa akting kami cukup.
okay well...finally!! gue mulai tenang karena adegan hina ini selesai sudah..hosh..hosh..

Tapi heyy..ternyata masih bersambung, adegan hina ini masih berlanjut! kami para wanita diwajibkan bercerita sedih, menyayat hati, yang bisa ngebuat para penguji merasa sedih dan nangis kalo perlu!
pretetetettetettt bedepreeett....lubang hidung gue mulai memekar..ngembang..ngempis..pertanda ini bahaya bener-bener bahaya!
helloo..cerita sedih??? cerita sedih yang gue punya cuma masalah hutang yang menjamur dimana-mana, uang bulanan yang habis untuk ngebayar hutang, malam minggu durjana bersama tumpukan kaset DVD, ditaksir para lelaki psycho, what the hell!! okay gue bisa nangis-nangis sampe mata berkarat dengan cerita sedih versi gue ini, tapi mereka mungkin bakal ngelempar gue make obeng!

otak gue mulai berpikir keras, gue mulai mengarang cerita yang entah dari mana datangnya ide ini muncul! gue mulai memasang tampang sekarat, dan gue mulai mendongeng! dengan tema, ditinggal pacar KAWIN dengan bumbu gue trauma dan sulit menerima lelaki lain masuk kekehidupan gue!!
WHAT THE FUCK!!!
DAMN!!! karangan paling menjijikan yang pernah gue buat!! yack!!
hahahaha...gue?? susah nerima lelaki lain?? yang ada gue selalu jatuh cinta dengan pria tampan yang gue temui!

OKAY..gue sadar ini hina, ini liar!
tapi kemudian gue inget lakukan ini demi uang uang uang uang uang.....

Akhirnya adegan itu berakhir sudah, dan kita diperbolehkan pulang dengan diimimg-imingi akan dihubungi nanti. Gue lega, gue malu, dan gue pengen ngakak sampe perut gue buncit sebuncit-buncitnya!
ini durjana..benar-benar durjana..

Yap...jari tangan gue mulai keritring jadi sekian cerita gue malem ini..
Gue mau mencari inspirasi segar untuk ngelanjutin kisah cinta yang tak berujung dibawah.
haminah...haminah...haminah,,,,

Rabu, 05 Oktober 2011

ALPHABET

Aku bujang jalanan,
raja di lorong dengan dinding pucat pasi...
Aku bujang jalanan
yang berkawan pada karat dan bangkai..

Lolongan anjing liar
adalah nada penghantar mimpi..
Sedang kerlip bintang adalah selimut raksasa tempat ku berhangat..

Aku bujang yang buta akan segala warna,
namun aku hidup di atas pelangi...

Aku bujang jalanan
tanpa tertatih
menari dibawah sengat matahari,
walau gontai dan lelah
namun sengatnya adalah sahabatku bercerita


Aku bujang jalanan yang meniti hidup menuju surga..
Tak perduli onak yang melukai,
tak perduli lumpur yang melekat,
tak perduli cacian penguasa..
Akulah bujang si raja jalanan


"Jujur saja aku iri dengan taman kecil dihalaman rumahmu, taman dengan tanaman yang indah dan sedap dipandang mata. Taman yang membuat rumahmu tampak berwarna dan bercahaya. Yaah tepat, taman itu, benar-benar indah membuat aku ingin terlelap disana.
Sudah lama aku ingin punya taman seperti itu, aku ingin punya bunga-bunga indah yang menghiasi rumah kecilku ini, apalagi dengan aromanya yang khas yang akan membangunkanku disaat sijago berkokok." (Arai ; ALPHABET)


"Mereka cuma bisa merendahkan kaum lemah seperti kita Arai, dunia kau beda dengan mereka. Lupakan saja impianmu itu! persetan dengan impian berseragam kau itu! orang-orang seperti kita ini hanya bisa membaca angka pada uang saja sudah cukup!!" (Bapak ; ALPHABET)."

"Kau boleh bilang kau dapat bersenandung diatas awan, kau boleh boleh mengakui kalau kau penguasa jalanan, tapi sebelum kau dapat bersenandung dipanggung itu aku tak akan percaya bahwa kau adalah Arai si raja jalanan." (Renata ; ALPHABET)

Rabu, 06 Juli 2011

When I Fall in Love (Part II)

Aku duduk sendirian didalam apartment gelap dan temurah dikota ini, mataku menatap kosong keluar jendela, kenangan-kenangan bersama Danish selalu membayangi hari-hariku. Tiba-tiba cellphone butut yang selalu menemaniku berdering dari dalam saku jeans yang kupakai tadi siang. Harry's calling, aku menarik nafas panjang sebelum mengangkat telpon.
"Jane baby, where are you? are you ok?" suara Harry tampak khawatir
"i'm good, don't worry about me baby!"
"kau harus cepat kembali kesini, kami sangat mengkhawatirkan keadaanmu, sudah hampir satu bulan kau menghilang."
"Tenang saja, kau tak akan mendapat kabar seorang gadis bernama Janet Robbert, tewas ditumpukan sampah."
"Yah, aku tau itu! kau tak akan memilih tewas ditumpukan sampah, kau lebih cocok tewas gantung diri karena putus cinta."
"Setidaknya aku belum berpikiran seperti itu sekarang, kau harus menjaga Ed untukku, okay?"
"Aku akan terlebih dahulu menculik dan menyiksamu seperti di SAW Movie, jika kau berpikiran untuk melakukan hal itu, Ed sangat khawatir dengan keadaanmu!"
"Kau tak akan tega, yah aku tau itu! katakan padanya, aku mencintainya, aku harus tidur sekarang mataku sudah sangat berat."
"Kau tau kami sangat merindukanmu, kau harus menjaga kesehatanmu disana. Tentu aku akan menyampaikannnya pada Ed, tidurlah dengan nyenyak, good night."
"Good night Harry." Kami menutup telpon.
Sangat senang rasanya mendengar suara Harry, aku sangat merindukannya. Dia adalah sahabat dekatku. Sahabat yang paling mengerti aku, sahabat yang paling setia menemani dan mendengar keluh kesahku.
Aku masih ingat pertama kali aku bertemu dengannya adalah ketika aku menginjak sekolah tingkat sembilan, dia adalah murid pindahan. Yang aku dengar, dia sering berpindah-pindah sekolah karena pekerjaan orang tuanya. Dia adalah laki-laki yang tampan dan sangat ramah. Yang paling menarik perhatian diwajahnya adalah kedua lesung pipi yang membuat senyumnya sangat manis. Rambutnya berwarna dark brown dan tubuhnya yang menjulang tinggi, serta suara halusnya masih teringat jelas diotak ku. Tetapi setelah hampir satu bulan aku menjadi teman satu kelasnya, dia mulai menunjukan sikap playboynya. yah Harry sitampan yang playboy. Dia bukan tipeku, aku tetap setia pada cinta lamaku Danish. Awal kedekatanku dengannya adalah ketika ayahku berulang tahun ke-42 dan membuat acara makan malam yang mengundang teman lamanya. Aku sangat repot hari itu, banyak hal yang kukerjakan salah satunya dengan  membuat strawberry pai makanan kesukaan ayahku. Ayah sudah sangat lama tak bertemu teman lamanya yang akan datang malam ini.

Malamnya, bel berbunyi,dan saat aku membuka pintu, sepasang suami istri yang tampak sebaya dengan Ed ayahku tersenyum sumringah kepadaku, dibelakang mereka berdiri sesosok laki-laki yang kukenal. Harry. Ternyata Harry adalah anak dari teman lama ayahku, cukup mengejutkan mengetahui seorang playboy dikelasku duduk satu meja makan denganku malam itu, dan yang lebih mengejutkan dia memuji masakan ku sangat enak, aku tau itu adalah salah satu trik Harry. Mereka adalah keluarga yang humoris, sepanjang malam aku tak berhenti tertawa mendengar cerita ayah dan ibu Harry.





lanjut------>tomorrow, penulis sedang galau dan mengantuk! hoaaaaammm
(foto penulis disaat galau mencari imajinasi)

When I Fall in Love

Setelah mengelilingi lilin sebanyak 15 putaran sembari menggaruk-garuk ketiak, dan berteriak hubah-hubah, akhirnya gue mendapat imanjinasi untuk menulis sebuah kisah cinta hari ini.
Entah apa yang akan terjadi jika seorang Ade menulis sebuah kisah cinta, akankah bulu hidung gue rontok akibat mengetik kisah ini, atau kuku jari gue akan lepas, kita lihat saja nanti. Baiklah dengan kekuatan jari hamil saya akan memulai kisah ini,....





Matahari yang sangat menyengat dibulan Juli, siang itu setelah mengisi perut disebuah pusat jajanan murah meriah dipinggiran kota, aku melangkah menerobos teriknya matahari yang perlahan membakar kulit. Tak perduli berapa banyak sudah keringat yang mengucur dan membasahi dahi, tubuh, dan bajuku, aku terus melangkah diriuh pikuk kota ini.
Tak perduli betapa lelahnya kakiku untuk melangkah, aku hanya ingin mencarimu Danish, kekasih hatiku.
Sudah sangat lama dia meninggalkanku sendiri, sudah cukup lelah aku menantinya tetapi dia tak kunjung datang. Terakhir kali aku melihat wajahnya adalah ketika dia tersenyum dan melambaikan tangan dari bawah jendela kamarku, dia berdiri disamping pohon tua kesayangan Ed ayahku, yang sudah lama bertengger dirumah bahkan sebelum aku lahir.
Danish, kekasih hatiku, betapa senangnya hatiku saat terakhir kali aku melihatmu. Wajah tampannya tampak pucat, dan rambut coklatnya terlihat sangat rapi, dengan sweater berbulu berwarna hitam, dan syal coklat hasil rajutanku, dia terus tersenyum melihatku yang melambaikan tangan dari jendela kamar.
Masih sangat jelas teringat suara paraunya saat dia memanggil namaku, dan menyuruhku untuk turun kebawah menemuinya. Hatiku bercampur aduk tak menentu, aku sangat senang melihat wajahnya, wajah yang selalu teduhkan hati dan jiwaku, wajah yang membuat tubuhku hangat, wajah yang selalu hadir dalam mimpiku. Tapi seketika perasaan senang itu hancur ketika kudengar bahwa dia, lelaki penyelimut hatiku akan pergi meninggalkanku sendiri. "Janet sayangku, aku akan kembali secepatnya bahkan sebelum kau membuka mata dari tidurmu, aku sudah akan berada disini dibawah pohon ini, menunggu kau bangun dari tidurmu dan melihatmu dengan pakaian tidur kesanganmu itu sayangku." Kata-kata terakhir dari bibir merahnya yang selalu teringat dibenakku. Tetapi, sudah berpuluh, beratus kali pagi datang, tetapi tak pernah kulihat Danish dibawah pohon tua itu.
Sampai akhirnya kuputuskan untuk mencarinya, mencari lelaki pengisi kekosongan hari-hariku. Danish, kuputuskan aku harus menemukanmu, aku harus melihat wajahmu, wajah yang selama ini membuat hariku berwarna. Aku haus akan pelukanmu, kekasih hatiku Danish,...



                                                         **********

Ketika aku melewati pinggiran taman kota, aku melihat dua remaja yang sedang bercanda tawa yang mengingatkanku pada kenanganku dan Danish. Aku dan Danish sudah saling mengenal sejak kecil. Dia adalah murid pindahan ketika di tingkat empat, aku masih ingat betapa kasarnya dia dulu. Banyak anak laki-laki dikelas kami yang tidak menyukainya sehingga Danish selalu ditantang untuk berkelahi, tetapi Danishku selalu menang melawan mereka. Hampir seluruh anak perempuan dikelasku menyukainya, begitu juga aku. Tapi Danish kecil tidak pernah menghiraukan mereka begitu juga aku, dia adalah seorang penyendiri. Tiga tahun satu kelas dengannya tak pernah sekalipun dia menegurku, menyadari kehadiranku pun mungkin tidak. Sampai suatu sore dibulan Desember, aku marah pada ayahku sehingga aku memanjat pohon tua didepan rumahku dan mengancam tidak kan turun sampai ayah mengantarkan aku ketempat ibu, ayah dan ibuku sudah lama berpisah, dan ibuku pergi meninggalkan kami tanpa kami tahu dimana dia berada. Ayah sangat khawatir, dan aku mengancam akan melompat jika dia menyusulku keatas. Dari atas pohon aku melihat bayangan anak laki-laki mendekati ayahku, Danish, yah itu Danish. Dia terus melihatku dari bawah, aku merasa sangat malu dan ingin turun, tapi kekesalanku pada ayah membuatku tetap berada diatas, berpura-pura tak peduli dengan kedatangannya. sepertinya menarik berada diatas sana, biarkan aku menyusulnya jangan khawatir, masuklah kedalam aku akan mengajaknya turun, aku mendengar Danish bergumam lirih kepada ayahku dari bawah sana, dan dia memanjat pohon menyusulku keatas. Aku ingat, betapa cepatnya jantungku berdetak saat itu, dia terus menatapku dan berkata "sampai kapan kau akan berada diatas sini, apa kau akan menikahi pohon ini?" pertama kalinya setelah tiga tahun Danish berbicara padaku. Aku tersendat kaget, rasanya hatiku ingin meledak. Aku hanya diam menunduk malu, dan tak berani menatap Danish apalagi menanggapi kata-katanya. "baiklah, aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa para anak laki-laki yang melewati pohon ini akan sangat senang saat melihat keatas, karena pemandangannya lumayan bagus". Aku sama sekali tak mengerti dengan apa yang dikatakan Danish, aku masih berpura-pura tak memperdulikan kata-katanya. Lalu Danish turun dari pohon itu, mungkin dia sudah menyerah pikirku. Dia mulai berjalan menjauhi pohon itu, baru beberapa langkah dia kembali menoleh kearahku dan berkata "hey nona kelinci merah muda, sampai jumpa besok disekolah". apa?? kelinci merah muda?? aku sama sekali tak mengerti apa yang dikatakan Danish, mungkinkah dimatanya aku adalah kelinci berwarna merah muda yang sedang tersesat diatas pohon tua?? aku berpikir keras maksud kata-kata Danish dari tadi, lalu aku sadar dan berteriak kaget, kelinci merah muda adalah warna pakaian dalamku hari ini. Aku baru menyadari ternyata aku memanjat pohon itu dengan memakai rok pendek berwarna baby blue kesayanganku dan orang-orang yang melewati pohon ini jika melihat keatas maka akan melihat pakaian dalamku dengan sangat jelas, aku baru memahami ucapan Danish. Masih teringat jelas betapa malu dan merahnya wajahku hari itu.Ahhhh itu adalah bulan Desember paling menyenangkan sekaligus memalukan. Kenangan Desember dimana Danish untuk pertama kalinya menegurku setelah tiga tahun,..
Tapi herannya setelah kejadian itu, sikap Danish masih seperti biasanya, disekolah dia tetap bersikap acuh padaku. Huh Danish, kau memang pandai membuat hatiku gundah,...


                                                            **********************
bersambung...penulis nyari imajinasi dulu...

Senin, 04 Juli 2011

sepenggal tulisan IDIOT

IDIOT!! mungkin itu kata yang tepat untuk melukiskan keadaan gue saat ini!!
Gue udah gak bisa ngebedain antara kenyataan dan fatamorgana!!

Yaaahh, mungkin memang gue idiot, wanita idiot dengan kepala kosong yang berjalan gontai dikebisingan lorong-lorong waktu!!

entah sejak kapan gue berubah menjadi gadis idiot seperti ini..
yang gue inget dulu gue hanya melangkah mengikuti kata hati, tapi sekarang gue mulai tersesat dan sulit menemukan jalan untuk pulang.
Gue seperti tersesat kedalam lubang wonderland, lalu terpesona dan kagum melihat keajaiban dunia disana, sedangkan perjalanan gue terbatas oleh waktu yang terus berbunyi TIK-TOK seakan mengingatkan kalo waktu yang gue punya gak lama.
Seperti itulah perasaan gue saat ini, gue jatuh pada perasaan yang sangat menyenangkan dimana seekor kelinci manis menyelimuti jari jemari gue, tapi disatu sisi gue gak punya hak untuk senang atas hal itu, karena gue hanya punya sedikit waktu untuk menikmatinya.

Lalu sekarang gue terjebak, karena terlalu menikmati perjalanan ini, sedangkan mereka bilang langkah gue salah dan gak seharusnya gue melangkah terlalu jauh karena kalo gue melangkah lebih jauh lagi gue gak akan pernah bisa pulang. Dan kelinci yang menemani perjalanan gue ini hanya pinjaman yang harus dikembalikan.

Kalaupun perjalanan ini salah, gue bersyukur karena ini adalah pengalaman tersesat paling manis dihidup gue. Gue sangat menikmati perjalanan bersama kelinci ini.

well..gue janji suatu saat gue bakal kembaliin kelinci ini, tetapi bukan sekarang, bukan hari ini, besok, lusa, minggu depan, atau seterusnya. Gue bakal mengembalikan kelinci ini disaat dia udah memilih teman untuk menemani perjalanannya.

Gue gak perduli dengan seribu umpatan dan waktu yang terbatas, yang gue tau gue adalah gadis idiot dengan seekor kelinci manis menggenggam tangan gue!!

Rabu, 01 Juni 2011

Saya Hurababu, saya anak SGM

Assalammualaikum.. selamat malam.. salam sejahtera..
malam apa ini?? ntahlah gue lupa malam apa ini, sejak liburan kuliah dan gue pulang kampung ke Pagaralam dusnah tercinta, gue sengaja melupakan hari dan tanggal. Kenapa?? ntahlah, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang.

Okay, malam ini gue mau menumpahkan sedikit tulisan diblog durjana ini, hemm sebelumnya gue mau bilang, kalo sebenernya gue pribadi menyadari akan rancuhnya tulisan-tulisan diblog ini yang penuh dengan kata-kata terkutuk seperti durjana, bedebah, nista, jahanam, dan lain sebagainya. Yahh maklum saja gue adalah penggemar drama-drama kolosal seperti mak lampir, angling darma, dan film-film horror yang dibintangi nyi suzzana, jadi wajar saja kalo kata-kata lawas itu menghiasi blog gue.

Well, ngomong-ngomong soal drama kolosal jaman lawas, gue jadi kangen dengan sandal antiknya wiro sableng, si tampan sembara, dan cemeti amal rasuli, hahaha.
Jujur gue lebih seneng nonton drama kolosal jaman lawas dibanding nonton sinetron naga yang bisa ngendarain Harley Davidson, what the hell!!

Ntah kenapa, sekarang dunia perfilman dan persinetronan (halah rancuh) udah mulai kagak jelas rimbanya. Dimulai dari sinetron banci yang sengaja ditukar yang sampe sekarang kagak habis-habis ceritanya, sampe sinetron yang terbaru "ANUKUGERAH" yang gue yakin ceritanya akan bernasib sama dengan banci yang ditukar, dimana pemain sinetron ini akan mengalami lupa ingatan atau meninggal kemudian hidup kembali, well!!
Parahnya tiap malem gue jadi gak bisa nonton TV, karena nyokap gue bakal menunjukan wajah singa kesetrum kalo dengan berani-beraninya gue mindahin channel.





Rasanya gue pengen punya stasiun TV milik gue pribadi, jadi gue bisa bebas milih mau nonton atau pengan acara apa. Gue juga bisa ngebantu para babat berontos dan kepoci bebcep mewujudkan mimpi mereka untuk masuk TV.

okay cukup dengan acara TV, sebenernya yang pengen gue tulis dan ceritakan malam ini adalah tentang nasib temen gue yang gue yakin sebentar lagi nasibnya akan berakhir di Rumah Sakit Jiwa atau menjadi pengaduk sampah.

gue percaya kalo ada yang bilang penyakit gila itu menular!!
kenapa?? karena secara tidak langsung gue menjadi saksi hidup siklus stres yang sedang dialami temen sekelas gue sebut saja Hurababu (20).
Lelaki berhidung bola kasti dan memiliki jempol ajaib ini adalah lelaki paling pinter dikelas gue, pertanyaan apapun bisa dia jawab, pengetahuannya pun luas panjang kali lebar, dan yang terpenting beasiswa ke Luar Negeri tinggal satu tahap lagi dia dapatkan.
 Tapi entah kenapa, semenjak dia mulai menjalin persahabatan bagai bulu ketek dengan gue kehidupan Hurababu mulai kelam. Banyak saksi mata mengatakan kalau dia sudah tertular penyakit gila stadium akut yang selama hampir 20 tahun gue idap, sebagian lagi mengatakan kalau otak Hurababu sedang mengalami proses penjamuran akibat terlalu sering berpikir, dan gak sedikit yang menyangkal kalo dia terkena gejala penyakit gila babi.




Ladies en gentleman, berkudis tampel semen.
inilah dia tersangka.






















Penyakit gila yang menyerangnya mulai dicurigai semenjak dia tiba-tiba suka berteriak "INDRALAYA DIGOYANG", kalo sekedar lagi dikelas atau lagi karaoke dia teriak kaya' gitu, gue masih memaklumi. Masalahnya, dia teriak ala biduan kesetanan kaya' gini waktu lagi diatas motor disaat orang-orang lagi serius berkendara, otomatis orang-orang pada berpikiran kalo ne cowo baru lepas dari kandang.Okay gue ngaku, sebenernya gue yang ngajarin dia tereak-tereak kesetanan semacam indralaya digoyang atau hobbbaaaahhh, tarik maanng, aseeekkk, tapi dengan catatan gue gak bermaksud ngebuat dia jadi stres kaya' sekarang.

Sekarang hal lain yang semakin memperkuat kecurigaan akan kestresan dia adalah hobinya tereak "MALLLLEEEEENGGG" ala biduan kecabut bulu ketek. Teriakan maleennngggg gak pernah berhenti keluar dari mulut nistanya. Entah kemana perginya lelaki polos dua tahun yang lalu.
 Gue jadi ngerasa bersalah dengan keadaannya sekarang, gue gak bakal tega kalo harus jadi pengantar kepergiannya kerumahsakit jiwa.

Ini adalah foto disaat Hurababu masih menjadi lelaki polos, yang belum mengenal kejamnya dunia.


Ohhh Hurababu kembalilah kehabitatmu!!

gue gak mau nasib Hurababu sama tragisnya sama ini anak, yang udah lama nelangsa, akibat kehilangan induk.








DAN ULUR TANGANMU DEMI KESEHATAN ANAK INI
#PrayForMe














Okay sekian tulisan gue malem ini!!
selamat malam dan terimakasih..